Menjalankan bisnis sesuai passion adalah harapan hampir semua orang. Namun, hanya segelintir saja yang bisa mewujudkan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2024 menyatakan angka pengangguran yang tidak terserap di pasar tenaga kerja mencapai 7,20 juta orang.
Data ini cukup mengkhawatirkan mengingat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2045. Kondisi itu di mana 70 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan 30 sisanya berada di bawah 14 tahun dan diatas 65 tahun.
Bonus demografi bisa jadi merupakan peluang, tetapi tanpa persiapan yang matang justru bisa menjadi bencana apabila tidak tersedia lapangan pekerjaan yang memadai. Persaingan untuk mencari kerja akan makin ketat. Belum lagi ditambah peran teknologi yang makin berkembang yang justru mengejar efisiensi, salah satunya dengan mengurangi peran tenaga kerja.
Lalu, apa yang mesti diambil semisal kamu berada dalam kondisi tersebut?
Sekolah lagi sampai ke jenjang pendidikan selanjutnya sembari menanti dapat pekerjaan? Misalkan lanjut ambil program pascasarjana atau doktoral? Tentu tidak disarankan karena semakin tinggi pendidikanmu, akan semakin jauh dari permintaan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri. Jenjang pendidikan tingkat lanjut tersebut akan berguna apabila kamu memang mempunyai tujuan untuk menjadi pengajar serta bidang-bidang khusus yang membutuhkan pendidikan tinggi.
Lalu, bagaimana kalau menjadi bagian dari solusi untuk menyambut bonus demografi yakni dengan membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi entrepreneur?
Seorang entrepreneur tidak terikat oleh pendidikan. Kita kerap kali bertemu nama-nama entrepreneur yang justru dari pendidikan rendah. Contohnya lumayan banyak, salah satu yang nyentrik dan kemungkinan kamu ketahui ialah Bob Sadino.
Lebih lanjut, entrepreneur adalah individu yang bisa menciptakan bisnis baru, bersedia menanggung sebagian risiko, dan sebagai imbalannya bisa menikmati sebagian besar keuntungannya.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk menjadi seorang entrepreneur dan membuka peluang pekerjaan baru setidaknya untuk diri sendiri dan juga orang-orang di sekitarmu:
1. Amati Sekitarmu
Pengamatan terhadap sekitar perlu kamu lakukan karena setiap masalah bisa jadi adalah peluang bisnis yang tersembunyi. Keluhan teman dan orang-orang di sekitarmu, kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi, hingga perkembangan tren terbaru.
2. Gali Potensi dan Minatmu
Potensi dan minat mempunyai peran penting dalam membangun sebuah usaha. Bila passion, kamu tentu akan lebih santai menjalankan. Juga punya kecenderungan menghadirkanbdaya tahan yang tinggi sehingga setiap masalah yang datang tidak menjadi beban, melainkan menjadi tantangan.
3. Analisis SWOT
Alalisis SWOT membantu untuk membuat peta terhadap bisnis yang akan kamu masuki. Dengan punya gambaran kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman membuat akan lebih siap untuk terjun di bisnis yang dipilih.
4. Optimalisasi Sumber Daya
Manfaatkan semua sumber daya ada di sekitarmu. Dari bahan baku lokal, keahlian teman, sampai potensi alam di sekitar yang belum terkelola.
5. Inovasi
Inovasi merupakan bagian penting dari penciptaan produk. Untuk menciptakan kamu bisa mendata bisnis atau produk sejenis dengan yang kamu rencanakan, lalu digali apa yang mereka tawarkan dan temukan jawaban apa yang membuat bisnis dan produkmu berbeda? Dari segi harga, nilai, kemasan, atau ada hal lain yang berbeda.
6. Atur Keuanganmu
Lalu, tahapan terakhir ialah membuat tahapan yang realistis terhadap perencanaan keuangan. Dari kecil dahulu tak apa, yang penting jalan dan punya potensi untuk dikembangkan. Lalu senantiasa pantau keuangan agar terhindar arus kas tidak lancar atau terkena masalah keuangan lain.